terurai catatan dalam secarik kertas kusam
terpajang dalam pojok dinding kamar
tertulis pesakitan-pesakitan 4 tahun silam
tersirat seperti luka yang memar
seperti daging yang dicabik si buas
sakiiitt... walau dalam dekapan bunda
air mata mencoba kutahan
tapi mengucur dengan sendirinya...
dalam tawa terbesit rintihan
pesakitanku pecah saat teringat sosok itu
tak sangka tangan kasar bunda menyentuh pipiku
pipi yang memilu dan lembab
sentuhannya isyarat cinta yang tak terurai
ku menatap wajahnya yang penuh garis-garis penuaan
walau ku tak sanggup sebenarnya...
terintas wajah itu membayang
samar dalam wajah bunda.
terpajang dalam pojok dinding kamar
tertulis pesakitan-pesakitan 4 tahun silam
tersirat seperti luka yang memar
seperti daging yang dicabik si buas
sakiiitt... walau dalam dekapan bunda
air mata mencoba kutahan
tapi mengucur dengan sendirinya...
dalam tawa terbesit rintihan
pesakitanku pecah saat teringat sosok itu
tak sangka tangan kasar bunda menyentuh pipiku
pipi yang memilu dan lembab
sentuhannya isyarat cinta yang tak terurai
ku menatap wajahnya yang penuh garis-garis penuaan
walau ku tak sanggup sebenarnya...
terintas wajah itu membayang
samar dalam wajah bunda.
barru, 30-9-2010

0 komentar:
Post a Comment