Saturday, February 26, 2011

catatan buat mereka yang serakah

Hari ini aku terlambat bangun, entah apa yang menyebabkan semua itu. Terlintas dalam pikiranku mungkin ini adalah skenario tuhan, agar aku tidak shalat subuh lagi.
Pagi itu, entah apa yang menyebabkan semua itu sehingga perasaan aku begitu sunyi, sepih, yang terdengar dari telingaku hanya suara air yang menetes dari kerang air yang rusak dari kamar kecil yang berada di samping kamarku. Saat itu satu hal

yang tersirat dalam pikiranku saat itu adalah inikah kehidupan yang akan aku jalani hari ini? Tanyaku dalam hati...
Setelah selang berapah lama, aku keluar dari kamar yang rasa-rasanya tidak beda jauh dari kamar yang terdapat di rutan. Aku baru menyadari ternyata apa yang aku pikirkan sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Kehidupan ternyata begitu congkak dan angkuh terhadapku. Bukan alamnya tapi manusianya..
Saat tiba dikampus kecilku. Aku melihat teman aku yang tidak seperti biasanya selalu bercanda bareng satu gank-Nya.(Tidak perlu disebutkan merek) Bukannya aku ingin mencampuri urusan mereka. Lantas muncul dalam pikiranku dan sempat bertanya dalam hati ” kayaknya ada yang beda dech hari ini?”. Ee... c0z tahu nggak sebelumnya nich orang kaco banget, ya..bisa dibilang jungkir balik bareng, datang bareng, terlambat bareng, mungkin juga mandi bareng, pokoknya yang serba bareng dech!! Kecuali mungkin pacar yang tidak bareng hee... Termasuk kemek bareng sampe-sampe nasi sepiring disantap berame-rame... tapi sekarang lain c0z, itu dari kasak mata saya yang mudah-mudahan aku salah lihat. Karena mata juga bisa menipu.
Ataukah tuhan sudah mulai bosan melihat tingkah hambanya yang tiap hari selalu saja buat dosa, sehingga manusia yang sok dibilang banyak urusan sampai harus memikirkan apa yang seharusnya tak perlu dipikirkan, termasuk baku bombe` tadi?? Wallahualam...
Apakah kalian pernah bertanya dalam hati dari manakah sumber kehidupan ini? Bumi ini tempat kita hidup, tempat dimana burung-burung begitu asiknya terbang kesana kemari, hinggap di satu dahan kedahan yang lainnya. subhanallah... allah telah mmperlihatkan ke EsaanNya. Begitu luas laut yang terhampar di depanku, maklum aku lagi dipuncak bukit yang tidak lama lagi akan runtuh karena keserakahan manusia.

Alangkah indahnya jika manusia seperti pohon, ikan dan burung. Pohon tidak pernah berkelahi (kata adik saya 6 thn), ikan berenang tanpa ada batas begitu pun dengan burung yang terbang tanpa ada pagar yang menghalangi. Beda dengan manusia, mereka seenaknya saja bermusuhan satu sama lain (termasuk juga aku). Mungkin karena mereka tidak malu dengan pohon, ikan dan burung tadi.
Birunya laut dan langit serta hijaunya pohon tak akan sebanding dengan warna manusia, jika manusianya hidup rukun, damai dalam kebersamaan. Seandainya ikan, pohon memberontak dan komplain kepada tuhan, maka sudah dapat dipastikan manusia akan celaka. Tapi mereka tidak, mereka tetap jalan sesuai dengan perintah allah swt tanpa ada keberatan sedikit pun. Sedang manusia tidak, manusia seakan-akan mengalahkan kekuasaan allah swt. Tuhan bagi sebagian orang adalah didefinisikan sedangkan sifat tuhan tidak seperti itu, jadi seakan-akan tuhan itu terbatas adanya kalau begitu.... Œ

0 komentar: